Rebutan wanita tewaskan seorang remaja tanggung 

  • Bagikan

Siap TV Blora , – Satu orang cewek, diperebutkan dua orang. Dua orang itu memprovokasi temen-temannya. Mengajak teman-temannya yang masing-masing punya kelompok. Akhirnya menentukan titik temu, titik kumpul dimana share lokasi dan akhirnya ketemu di Mentul.
Agus Budiana juga tidak menampik informasi bahwa korban adalah orang yang hendak mendamaikan dua kelompok yang sedang terlibat perkelahian masalah asmara itu.


“Informasinya memang seperti itu, namun kita tetap menggali. Secara pasti belum bisa memastikan apa yang menjadi informasi yang beredar itu. Kalau dari orang tua memang seperti itu,” tegasnya.
Setelah penganiayaan, Nd sempat kabur ke Ngawi diantar temannya menggunakan sepeda motor pada Selasa (1/11/2022).
Sesampainya di warung kopi sekitar alon-alon Ngawi, temannya tersebut disuruh pulang. Kemudian Nd melanjutkan perjalanan dijemput teman yang lain menuju ke Sragen.

“Saya yang disuruh antar naik motor ke Ngawi. Saat itu ada luka di mata kirinya. Saat ditanya, katanya gak apa-apa. Saya gak tahu kalau habis bertengkar,” ujar anak tersebut.
Untuk menangkap Nd, polisi menerjunkan tim Resmob Polres Blora, Polda Jateng. Polisi juga berkoordinasi dengan jajaran Polsek di wilayah Ngawi.
“Saat melakukan pencarian, kami juga koordinasi dengan Kapolsek di wilayah Ngawi dan Sragen,” imbuh Agus Budiana.
Lebih lanjut Agus Budiana menjelaskan dari 19 anak yang diamankan, 6 diantara diduga ikut melakukan penganiayaan. Sedangkan yang lain masih dalam pemeriksaan intensif oleh polisi.


“Pelaku sudah dikirim ke Polres. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain dan itu masih terus kita dalami,” ujar Agus Budiana.

Misteri Pengeroyokan Maut Terungkap, Ada Asmara Segi Tiga Pelakunya (Foto : antvklik-Agung)
Antv – Kepolisian Polres Blora akhirnya berhasil mengamankan Nd (19th) pelaku yang tega menghabisi Muh.Rohmad (24th) di Mentul, kecamatan Cepu kabupaten Blora pada Senin (31/10/2022) malam.
Nd ditangkap dirumahnya di Jalan Bypass pada Rabu (2/11/2022) sore oleh tim Resmob Polres Blora.
“Tersangka N adalah eksekutor. Dia sudah dewasa dan bukan anak-anak lagi. Jadi perlakuan biasa,” ujar Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, Kamis (3/11/2022).
Setelah penganiayaan, Nd sempat kabur ke Ngawi diantar temannya menggunakan sepeda motor pada Selasa (1/11/2022).
Sesampainya di warung kopi sekitar alon-alon Ngawi, temannya tersebut disuruh pulang. Kemudian Nd melanjutkan perjalanan dijemput teman yang lain menuju ke Sragen.
“Saya yang disuruh antar naik motor ke Ngawi. Saat itu ada luka di mata kirinya. Saat ditanya, katanya gak apa-apa. Saya gak tahu kalau habis bertengkar,” ujar anak tersebut.
Untuk menangkap Nd, polisi menerjunkan tim Resmob Polres Blora, Polda Jateng. Polisi juga berkoordinasi dengan jajaran Polsek di wilayah Ngawi.
“Saat melakukan pencarian, kami juga koordinasi dengan Kapolsek di wilayah Ngawi dan Sragen,” imbuh Agus Budiana.
Lebih lanjut Agus Budiana menjelaskan dari 19 anak yang diamankan, 6 diantara diduga ikut melakukan penganiayaan. Sedangkan yang lain masih dalam pemeriksaan intensif oleh polisi.
“Pelaku sudah dikirim ke Polres. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain dan itu masih terus dalami,” ujar Agus Budiana.
Pelaku yang Berhasil Ditangkap Polisi.
Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya korban jenis bendo, pisau dan pakaian dan celana yang ada bercak darah. Barang bukti senjata tajam tersebut, dikubur di sendang Mbah Megal yang berlokasi di Balun.
Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana membeberkan, motif penganiayaan tersebut karena persoalan asmara.
“Masalah asmara benar, iya,” ujarnya, Kamis (3/11/2022).
Satu orang cewek, diperebutkan dua orang. Dua orang itu memprovokasi temen-temannya. Mengajak teman-temannya yang masing-masing punya kelompok. Akhirnya menentukan titik temu, titik kumpul dimana share lokasi dan akhirnya ketemu di Mentul.
Agus Budiana juga tidak menampik informasi bahwa korban adalah orang yang hendak mendamaikan dua kelompok yang sedang terlibat perkelahian masalah asmara itu.
“Informasinya memang seperti itu, namun kita tetap menggali. Secara pasti belum bisa memastikan apa yang menjadi informasi yang beredar itu. Kalau dari orang tua memang seperti itu,” tegasnya.( Nukcand )

  • Bagikan